Korelasi Food Delivery Usage dan Pola Konsumsi Minuman Berpemanis dengan Status Gizi Mahasiswa

Authors

  • Muhammad Sobri Maulana RSAU dr. Esnawan Antariksa, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia
  • Dwitia Pratiwi RSAU dr. Esnawan Antariksa, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia
  • Arditya Prayogi Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61116/suplemen.v2i1.1097

Keywords:

Food Delivery, Minuman Berpemanis, Status Gizi, Mahasiswa

Abstract

Perkembangan layanan pesan antar makanan berbasis aplikasi telah membentuk lingkungan pangan digital yang makin mudah diakses mahasiswa. Pada saat yang sama, konsumsi minuman berpemanis tetap tinggi dan dapat berkontribusi terhadap peningkatan status gizi berlebih. Bukti lokal yang menilai kedua paparan tersebut secara simultan pada mahasiswa Indonesia masih terbatas. Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan food delivery, pola konsumsi minuman berpemanis, dan status gizi pada mahasiswa Universitas Indonesia. Penelitian ini disusun sebagai studi analitik potong lintang berbasis data sintetik. Dataset  mencakup 240 mahasiswa berusia 18–24 tahun dengan variabel usia, jenis kelamin, tempat tinggal, uang saku, aktivitas fisik, frekuensi penggunaan food delivery, frekuensi konsumsi minuman berpemanis, dan indeks massa tubuh (IMT). Status gizi berlebih didefinisikan sebagai IMT ≥25 kg/m². Analisis dilakukan secara deskriptif, uji chi-square, dan regresi logistik multivariat. Hasilnya ialah rerata usia responden 20.63±1.35 tahun dan rerata IMT 22.91±3.33 kg/m². Prevalensi gizi lebih/obesitas sebesar 29.2%. Proporsi gizi lebih meningkat dari 15.1% pada kelompok penggunaan food delivery <1x/minggu menjadi 46.3% pada kelompok ≥3x/minggu. Pola serupa ditemukan pada konsumsi minuman berpemanis, dari 17.6% pada kelompok <3x/minggu menjadi 38.9% pada kelompok ≥1x/hari. Pada analisis multivariat, penggunaan food delivery ≥3x/minggu (aOR 3,79; 95%CI 1,70–8,45; p=0,001) dan konsumsi minuman berpemanis ≥1x/hari (aOR 2,42; 95%CI 1,11–5,29; p=0,026) berhubungan dengan status gizi berlebih. Artikel ini menyimpulkan bahwa paparan digital food environment dan konsumsi minuman berpemanis menunjukkan hubungan yang konsisten dengan status gizi berlebih pada mahasiswa. Intervensi kampus perlu diarahkan pada literasi pemilihan menu, pembatasan minuman berpemanis, dan promosi aktivitas fisik.

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles