Pemanfaatan Cymbopogon Citratus sebagai Bahan Aktif Spray Anti Nyamuk Herbal

Authors

  • Eni Komsatun Universitas PGRI Madiun, Jawa Timur, Indonesia
  • Nur Ihda Farikhatin Nisa Universitas PGRI Madiun, Jawa Timur, Indonesia
  • Achmad Aminudin Politeknik Negeri Madiun, Jawa Timur, Indonesia
  • Umi Kulsum Universitas Qomaruddin, Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61116/jpkm.v4i2.905

Keywords:

Cymbopogon Citratus, Bahan Aktif, Spray, Anti Nyamuk, Herbal

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dengan kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk. Upaya pencegahan DBD di tingkat rumah tangga masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan pengetahuan masyarakat serta ketergantungan pada produk antinyamuk berbahan kimia. Di Desa Tambakromo, tanaman serai (Cymbopogon citratus) tersedia melimpah, namun pemanfaatannya sebagai bahan aktif antinyamuk herbal masih belum optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan DBD, mendorong pemanfaatan tanaman herbal lokal, serta memperkuat kemandirian masyarakat dalam menghasilkan produk antinyamuk yang aman dan aplikatif. Permasalahan utama yang diangkat dalam kegiatan ini meliputi rendahnya pemahaman masyarakat mengenai DBD dan mekanisme penularannya, serta terbatasnya keterampilan dalam mengolah tanaman herbal menjadi produk fungsional. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap, meliputi sosialisasi mengenai DBD, pelatihan pembuatan spray antinyamuk herbal dengan prosedur sederhana, serta uji coba penggunaan produk dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait DBD, meningkatnya kemampuan masyarakat dalam memproduksi spray antinyamuk herbal secara mandiri, serta mulai diterapkannya produk tersebut di lingkungan rumah tangga. Produk yang dihasilkan mudah diaplikasikan, relatif aman digunakan, dan berdasarkan uji coba sederhana menunjukkan efektivitas selama 2-3 jam dengan kebutuhan aplikasi ulang secara berkala. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi dalam upaya pencegahan DBD berbasis potensi lokal serta berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan guna mendukung kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan setempat.

References

Astutiningsih, C., Salsabila, L., Amelia, S., Istiana, T. A., Lestari, A. W., Ayuningtyas, F. S., Setyaningsih, W., & Anggarini, N. (2025). Inovasi Lilin Aromaterapi Sereh ( Cympogon citratus ) dan Lemon ( Citrus lemon ) sebagai Antinyamuk di Kelurahan Karangayu , Semarang. Open Community Service Journal, 4(1), 33–39.

Hildegardis, C., Tandafatu, M. C., & Jae, A. A. (2023). Evaluasi Aliran Angin Pada Bukaan Terhadap Penyebaran Nyamuk Malaria Menggunakan Simulasi Ecotect. Jurnal Arsitektur ARCADE, 7(4), 571–574. https://doi.org/10.31848/arcade.v7i4.3334

Lolo, W. A., & Wiyono, W. I. (2023). Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Pelatihan Pembuatan Bio Spray Anti Nyamuk Di Kelurahan Mapanget Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara. The Studies of Social Science, 5(2), 41–51.

Manik, J. R., Luma, D., Kutani, L. F., Kailola, J., & Boleu, F. I. (2020). Karakteristik Habitat Perkembangbiakan Aedes aegypti di Desa Gosoma, Halmahera Utara, Indonesia. JBiosfer: Jurnal Biologi & Pendidikan Biologi, 5(1), 31–36.

Moniharapon, D. D., & Unitly, A. J. A. (2023). Herbal Pengendali Nyamuk (A. M. W. Lumingkewas (ed.); 1st ed.). Widina Media Utama.

Prambudi, M. R. M., Kurniawan, V. R., Hidayat, D. D., Faridz, H. M., & Herbawani, C. K. (2023). Studi Literatur: Faktor Perubahan Iklim dan Kaitannya dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia. Jurnal Medika Malahayati, 7(3), 766–778.

Sari, E. K., Dellima, B. R. E. M., & Pratiwi, K. (2024). Peningkatan Nilai Guna Minyak Serai Wangi sebagai Produk Pengharum Multifungsi. Prosiding Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(September), 1644–1649.

Sari, W. R., Muryoto, M., & Kadarusno, A. H. (2016). Minyak Kenanga (Canangium odoratum Baill) sebagai Repellent Lalat Rumah (Musca domestica). Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 8(2), 57–63. https://doi.org/10.29238/sanitasi.v8i2.2

Setyowati, R. M., Ananta, D. Y., Silaban, S. S., Putro, A. M., & Majid, S. M. (2025). Pelatihan Pembuatan Spray Serai Anti Nyamuk bagi Ibu-ibu PKK Kelurahan Pakintelan Gunungpati Semarang. BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(12), 1242–1247.

Suryawan, M. F., Mustafa, M. H., Ramadan, K. A., Rohmadhani, P., Anidya, V., & Kusumaningati, W. (2024). Pencegahan DBD ( Demam Berdarah Dengue ) Dengan Pemanfaatan Tanaman Serai ( Cymbopogon Ciratus ), Di Rt 005 / Rw 01 Kelurahan Nerogtok Kecamatan Pinang Kota Tangerang Banten. Prosiding Seminar Nasional LPPM UMJ, November, 1–6.

Yumhi, Y., Lina, E. C., Junaedi, Y., Juniawan, E. A., Fithri, P., & Hamid, H. (2024). Pelatihan Produk Turunan Minyak Sereh Wangi bagi Kelompok Tani dan Karang Taruna Desa Cibarani, Lebak – Banten. Warta Pengabdian Andalas, 31(4), 766–773. http://wartaandalas.lppm.unand.ac.id/index.php/jwa/article/view/943

Published

2026-08-31

How to Cite

Eni Komsatun, Nur Ihda Farikhatin Nisa, Achmad Aminudin, & Umi Kulsum. (2026). Pemanfaatan Cymbopogon Citratus sebagai Bahan Aktif Spray Anti Nyamuk Herbal. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM), 4(2), 63–69. https://doi.org/10.61116/jpkm.v4i2.905

Issue

Section

Articles