Sosialisasi Pencegahan Seks Bebas pada Remaja sebagai Persiapan Generasi Muda menuju Indonesia Emas 2045

Authors

  • Subakti Subakti Universitas Pendidikan Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
  • Sukarman Sukarman Universitas Pendidikan Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
  • Johan Wahyudi Universitas Pendidikan Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
  • Nur Tajuddin Universitas Pendidikan Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61116/jpkm.v3i2.632

Keywords:

Pencegahan, Seks Bebas, Remaja, Persiapan, Generasi Muda, Indonesia Emas 2045

Abstract

Desa Bangket Parak, sebuah desa pemekaran di Lombok Tengah yang berdiri sejak tahun 2010 dan secara filosofis berarti "areal produktif" (sawah dan tambak), menjadi lokasi KKN Tematik dengan fokus utama pada isu sosial mendesak: pencegahan pergaulan bebas di kalangan Remaja Dusun Sakung. Permasalahan ini didiagnosis berakar dari berbagai faktor, termasuk ketidakharmonisan keluarga, kegagalan penyerapan norma, dan kurangnya pengawasan orang tua, yang mendorong remaja pada perilaku menyimpang seperti penyalahgunaan zat. Merespons tantangan tersebut, program KKN mengusulkan solusi melalui pengalihan energi remaja ke aktivitas positif dan terstruktur seperti olahraga, kerja bakti, dan diskusi kelompok, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang mendukung, membimbing remaja menuju perilaku bertanggung jawab, dan mempersiapkan remaja sebagai Generasi Indonesia Emas.

References

Ali, M., & Asrori, M. (2016). Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. Bumi Aksara.

Ali, M., Sudaryono, Soeharto, Musa, A. M., Luknanto, D., Alfian, M. A., Amirrachman, A., & Rahmawati, Y. (2020). Arah Kompetensi Generasi Indonesia Menuju 2045. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Arista, D. (2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Berisiko di Kalangan Remaja SMA Negeri 1 Kota Jambi Tahun 2015. Scientia Journal, 4(3), 255–264.

Aviyah, E., & Farid, M. (2014). Religiusitas, Kontrol Diri dan Kenakalan Remaja. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 3(02), 126–129. https://doi.org/10.30996/persona.v3i02.376

Faizin, S. (2022). Peran Dan Fungsi Keluarga Dalam Membangun Kepribadian Remaja Yang Baik Dan Berkelanjutan Di Indonesia. Journal of Sustainable Development Issues, 1(1), 1–13.

Firmansyah, F. A. A. (2020). Peran Orang Tua dan Guru untuk Mengembangkan Perilaku Moral dan Religiusitas Remaja. Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal, 3(2), 200–210.

Haryani, H. (2023). Perilaku Seksual Pranikah Remaja: Struktur Model. Penerbit NEM.

Herman, H., & Rozikin, A. Z. (2025). Pentingnya Pencegahan Seks Bebas di Kalangan Remaja. Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 32–35. https://doi.org/10.33084/bijaksana.v3i1.10495

Ikhwaningrum, D. U., & Harsanti, T. D. (2020). Pendidikan Seks Bagi Mahasiswa Sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Seks Bebas. Jurnal Praksis dan Dedikasi (JPDS), 3(2), 120–130.

Kasim, F. (2014). Dampak Perilaku Seks Berisiko terhadap Kesehatan Reproduksi dan Upaya Penanganannya. Jurnal Studi Pemuda, 3(1), 40–55.

Kasingku, J. D., & Sanger, P. R. P. (2023). Peran Pendidikan Agama Dalam Membentengi Remaja dari Pergaulan Bebas. Jurnal Educatio, 9(4), 2117.

Khairunnisa, A. (2013). Hubungan Religiusitas dan Kontrol Diri dengan Perilaku Seksual Pranikah Remaja di MAN 1 Samarinda. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 1(3).

Kusmiati, M., et al. (2022). Pendidikan Kesehatan: Bahaya Pergaulan Bebas Remaja. Jurnal Pemberdayaan Dan Pendidikan, 2(1), 2.

Ningsih, S. R., Nanda, R., & Hastuti, D. (2025). Reformasi Sistem Pendidikan sebagai Kunci Menuju Indonesia Emas 2045. Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika, 7(2).

Noroozi, M., Taleghani, F., Merghati-Khoei, E. S., Tavakoli, M., & Gholami, A. (2014). Premarital sexual relationships: Explanation of the actions and functions of family. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research, 19(4), 424.

Nurfurqoni, F. A., & Hastuti, D. (2022). Pencegahan Perilaku Seksual Pra-Nikah Remaja Di Perkotaan Demi Mencetak Generasi Emas 2045. Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika, 4(4), 439–445. https://doi.org/10.29244/agro-maritim.0404.439-445

Nurhandayani, F. (2022). Optimalisasi fungsi keluarga dalam pencegahan fenomena kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja. Comm-Edu (Comonity Education Journal), 5(1), 9–16. https://doi.org/10.22460/comm-edu.v5i1.10550

PKBI. (2019). 7 Komponen Pendidikan Seksualitas Komprehensif. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia. https://pkbi.or.id/.

Puspitawati, H., Sarma, M., Septiana, M., & Irzalinda, V. (2023). Pentingnya Kebijakan Pembangunan Keluarga Menyongsong Era Indonesia Emas Tahun 2045. Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika, 5(2).

Rasyid, T., & Purba, R. M. (2025). Komunikasi Keluarga dalam Mencegah Pergaulan Bebas. Koneksi, 9(1), 41–49. https://doi.org/10.24912/kn.v9i1.27817

Safita, R. (2013). Peranan Orang Tua Dalam Memberikan Pendidikan Seksual Pada Anak. Jurnal Edu-Bio, 4(3), 32–40.

Sarwono, W. S. (2010). Psikologi Remaja. Raja Grafindo Persada.

Soetjiningsih. (2004). Buku Ajar Tumbuh Kembang Remaja Dan Permasalahannya (1st ed.). Sagung Seto.

Sumardi, S., Mubarak, M. N., & Tsabitha, N. H. (2022). Pendidikan Seks Bagi Remaja Menjadi Sebuah Kebutuhan. Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 2(2), 88–94. https://doi.org/10.56633/kaisa.v2i2.48

UNICEF. (2018). International Technical Guidance on Sexuality Education: An Evidence-informed Approach. UNESCO.

Published

2025-08-31

How to Cite

Subakti, S., Sukarman, S., Johan Wahyudi, & Nur Tajuddin. (2025). Sosialisasi Pencegahan Seks Bebas pada Remaja sebagai Persiapan Generasi Muda menuju Indonesia Emas 2045. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM), 3(2), 59–65. https://doi.org/10.61116/jpkm.v3i2.632

Issue

Section

Articles