Peningkatan Pemahaman Mahasiswa mengenai Isu Migrasi melalui Focused Group Discussion Bersama International Organization for Migration

Authors

  • Yusnarida Eka Nizmi Universitas Riau, Riau, Indonesia
  • Arif Wicaksa Universitas Riau, Riau, Indonesia
  • Umi Oktyari Retnaningsih Universitas Riau, Riau, Indonesia
  • Yessi Olivia Universitas Riau, Riau, Indonesia
  • Syahroni Alby Universitas Riau, Riau, Indonesia
  • Rahmi Yulia Universitas Riau, Riau, Indonesia
  • Umunnisa Hidayati Universitas Riau, Riau, Indonesia
  • Purwasandi Purwasandi Universitas Riau, Riau, Indonesia
  • Tuah Kalti Takwa Universitas Riau, Riau, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61116/jpkm.v3i1.491

Keywords:

Peningkatan, Pemahaman, Mahasiswa, Isu, Migrasi, Focus Group Disscussion, International Organization for Migration

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Riau mengenai isu migrasi melalui Focused Group Discussion bersama International Organization for Migration (IOM). FGD melibatkan dosen, mahasiswa dari komunitas HI Mengajar, dan perwakilan IOM untuk menggali perspektif teoritis, respons kritis, dan solusi praktis terkait penanganan pengungsi di Pekanbaru. Metode FGD dipilih untuk memfasilitasi diskusi tentang kompleksitas isu migrasi, mulai dari dilema politik hukum Indonesia sebagai negara non-pihak Konvensi Pengungsi 1951 hingga dampak sosial-ekonomi di tingkat lokal. Hasil FGD menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami peningkatan kesadaran akan relevansi isu global dalam konteks lokal, serta menghasilkan aksi konkret berupa program sit-in perkuliahan bagi pengungsi remaja. Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya pembelajaran akademis, tetapi juga menjadi model inovatif-kolaboratif dalam mengintegrasikan Tridharma Perguruan Tinggi. Program sit-in, meskipun menghadapi tantangan seperti hambatan bahasa dan integrasi sosial, menawarkan solusi jangka pendek yang bermakna bagi pemenuhan hak pendidikan pengungsi. Kegiatan ini menjadi momentum bahwa pendekatan multi-pihak dapat lebih memasyarakatkan studi HI dengan menyentuh masalah nyata di masyarakat, sekaligus membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa.

References

Adamson, F. B., Chung, E. A., & Hollifield, J. F. (2024). Rethinking the migration state: Historicising, decolonising, and disaggregating. Journal of Ethnic and Migration Studies, 50(3), 559–577. https://doi.org/10.1080/1369183X.2023.2269769

Lanshima, C. A., & Abdulkarim, Y. (2021). Use of Focus Group Discussion (FGD) as a Primary Instrument for Research: A Research Note. Dutse International Journal of Social and Economic Research, 6(2), 197–204. Retrieved from https://www.dutsejournal.com/ojs/index.php/diijser/article/view/305 (jika tersedia secara online; jika tidak, cukup cantumkan tanpa URL)

McNevin, A., Missbach, A., & Mulyana, D. (2016). The rationalities of migration management: Control and subversion in an Indonesia-based counter-smuggling campaign. International Political Sociology, 10(3), 223–239. https://doi.org/10.1093/ips/olw007

Yozani, R. E. (2022). Motif berinteraksi imigran ilegal dengan masyarakat Kota Pekanbaru. Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(1), 30–40. Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Riau.

Published

2025-02-28

How to Cite

Yusnarida Eka Nizmi, Arif Wicaksa, Umi Oktyari Retnaningsih, Yessi Olivia, Syahroni Alby, Rahmi Yulia, Umunnisa Hidayati, Purwasandi, P., & Tuah Kalti Takwa. (2025). Peningkatan Pemahaman Mahasiswa mengenai Isu Migrasi melalui Focused Group Discussion Bersama International Organization for Migration. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM), 3(1), 22–29. https://doi.org/10.61116/jpkm.v3i1.491

Issue

Section

Articles