Pencegahan Penularan HIV/AIDS pada Komunitas Kunci di Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.61116/jpkm.v3i1.486Keywords:
Pencegahan, Penularan, HIV, AIDS, Komunitas Kunci, SurabayaAbstract
Indonesia berada pada peringkat ketiga di antara negara Asia Pasifik yang memiliki pertumbuhan dan penyebaran HIV dengan jumlah kasus sebanyak 46.000 kasus. Provinsi Jawa Timur ditetapkan sebagai wilayah dengan prevalensi HIV yang terkonsentrasi bersama lima provinsi lainnya, yaitu DKI Jakarta, Papua, Bali, Riau dan Jawa Barat. Pengetahuan menjadi salah satu faktor predisposisi dalam deteksi dini penyakit HIV, serta perilaku beresiko yang dapat menyebabkan penularan HIV/AIDS. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada komunitas kunci sebagai upaya meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan dan penularan HIV/AIDS. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan dengan mengukur peningkatan pengetahuan responden melalui pretest dan postes setelah dilakukan intervensi. Intervensi berupa pemberian edukasi terkait pengetahuan pencegahan penularan HIV/AIDS. Intervensi yang akan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku seks yang aman serta pencegahan penularan HIV/AIDS akan dilakukan dengan melakukan edukasi pencegahan penularan HIV/AIDS di komunitas kunci di yayasan Mahameru terhadap 40 orang responden. Perilaku seksual berisiko seperti berhubungan seksual dengan pasangan tidak tetap, tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual, melakukan hubungan seksual di bawah pengaruh alkohol dan narkoba masih dilakukan oleh komunitas kunci. Tingkat pengetahuan terkait perilaku seksual berisiko, cara penularan HIV/AIDS dan cara pencegahan HIV/AIDS sebelum dilakukan edukasi masih rendah. Mayoritas responden belum memahami bahwa HIV dapat ditularkan secara paternal dari Ibu ke anak. Tingkat pengetahuan tentang kondom dan kegunaannya meningkat signifikan setelah kegiatan edukasi. Tingkat pengetahuan tentang penularan dan pengendalian HIV/AIDS meningkat signifikan setelah kegiatan edukasi.
References
Astindari, Hans Lumintang. Cara Penularan HIV & AIDS di Unit Perawatan Intermediate PenyakitInfeksi (UPIPI) RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Diunduh dari http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-bik3e164f29470full.pdf
Dinas Kesehatan Jawa Timur. (2021). Profil Kesehatan Jawa Timur 2021.https://www.Dinkes.Jatimprov.Go.id.
Kumalasari IY. Perilaku Berisiko Penyebab Human Immunodeficiency Virus (HIV) Positif (Studi Kasus di Rumah Damai Kelurahan Cepoko Kecamatan Gunungpati Kota Semarang). Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang, 2013.
Nadasari, F & Hedrati, LY. (2016). Identifikasi Perilaku Seksual dan Kejadian HIV pada supir angkutan umum di Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Berkala Epidemiologi, Vol 3 issue 1 pp 377-386.
Notoadmodjo S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 2012.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2013 tentang Pedoman Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak.
Pratiwi NL, Basuki H. Hubungan Karakteristik Remaja Terkait Risiko Penularan HIV/AIDS dan Perilaku Seks Tidak Aman di Indonesia. Diunduh dari https://media.neliti.com/media/publications/20975-ID-hubungan-karakteristik-remaja-terkait-risiko-penularan-HIV/AIDS-dan-perilaku-sek.pdf
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Abdul Kohar Mudazkir, Yenny Puspitasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







