Strategi Adaptif Pengawas Sekolah dalam Melaksanakan Supervisi pada Masa Transisi Kurikulum

Authors

  • Amri Firmansyah Depari Sekolah Dasar Negeri 014 Teluk Piyai Pesisir, Riau, Indonesia
  • Dwi Santi Sekolah Dasar Negeri 014 Teluk Piyai Pesisir, Riau, Indonesia
  • Teti Manurung Sekolah Dasar Negeri 014 Teluk Piyai Pesisir, Riau, Indonesia
  • Fitriani Fitriani Sekolah Dasar Negeri 014 Teluk Piyai Pesisir, Riau, Indonesia
  • Ani Marsiah Sekolah Dasar Negeri 014 Teluk Piyai Pesisir, Riau, Indonesia
  • Zulaiha Zulaiha Sekolah Dasar Negeri 014 Teluk Piyai Pesisir, Riau, Indonesia
  • Widya Wati Sekolah Dasar Negeri 014 Teluk Piyai Pesisir, Riau, Indonesia
  • Nurma Hidayah Sekolah Dasar Negeri 014 Teluk Piyai Pesisir, Riau, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61116/jksm.v3i3.757

Keywords:

Adaptif, Pengawas, Sekolah, Supervisi, Transisi, Kurikulum

Abstract

Masa transisi kurikulum, seperti pergeseran dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka, menuntut adaptasi signifikan dari semua komponen pendidikan, termasuk pengawas sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan secara mendalam strategi adaptif pengawas sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik dan manajerial pada kluster sekolah dasar di SDN 014 Teluk Piyai Pesisir, Kabupaten Rokan Hilir, selama masa transisi kurikulum. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif, penelitian ini berupaya menangkap pengalaman hidup *(lived experience) dan strategi riil yang diterapkan pengawas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dua pengawas kluster, empat kepala sekolah binaan, dan analisis dokumen pendukung (rencana pengawasan dan laporan hasil supervisi). Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori utama strategi adaptif: (1) Transformasi Peran dari Inspektor menjadi Coach dan Fasilitator Perubahan, (2) Adaptasi Instrumen dan Fokus Supervisi, dan (3) Pemanfaatan Komunitas Belajar Profesional (KGP) sebagai Leverage Pembinaan. Pengawas beralih dari pemeriksaan kepatuhan administratif K-13 menjadi pendampingan filosofi dan konsep dasar Kurikulum Merdeka (seperti P5 dan Asesmen Diagnostik). Strategi ini menciptakan iklim coaching yang kolaboratif dan mempercepat diseminasi informasi dan implementasi kurikulum di tingkat sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan transisi kurikulum sangat bergantung pada fleksibilitas, kesiapan mental, dan kompetensi coaching pengawas sekolah.

References

Arikunto, S. (2014). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi). Rineka Cipta.

Basuki, A. H. (2020). Peran Pengawas Sekolah sebagai Change Agent dalam Reformasi Kurikulum. Jurnal Kepemimpinan Pendidikan, 11(1), 45–60.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

DuFour, R., DuFour, R., Eaker, R., & Many, T. (2010). Learning by Doing: A Handbook for Professional Learning Communities at Work (2nd ed.). Solution Tree Press.

Fattah, N. (2017). Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan. PT Remaja Rosdakarya.

Fullan, M. (2016). The New Meaning of Educational Change (5th ed.). Teachers College Press.

Glickman, C. D., Gordon, S. P., & Ross-Gordon, J. M. (2018). Supervision and instructional leadership: A developmental approach (10th ed.). Pearson Education.

Hargreaves, A., & Fullan, M. (2012). Professional capital: Transforming teaching in every school. Teachers College Press.

Hasan, M. (2019). Strategi Supervisi Adaptif Pengawas Sekolah di Daerah Terpencil. Jurnal Administrasi Pendidikan, 26(2), 150–165.

Hattie, J. (2012). Visible Learning for Teachers: Maximizing Impact on Learning. Routledge.

Kemendikbudristek. (2022). Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka.

Kompri. (2015). Manajemen Sekolah: Teori dan Praktik. Alfabeta.

Leithwood, K., Louis, K. S., Anderson, S., & Wahlstrom, K. (2019). How Leadership Influences Student Learning. Center for Applied Research and Educational Improvement.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moustakas, C. (1994). Phenomenological Research Methods. SAGE Publications.

Mulyasa, E. (2015). Menjadi Kepala Sekolah Profesional. PT Remaja Rosdakarya.

Nolan, J., & Hoover, L. A. (2011). Teacher supervision and evaluation: Theory into practice (2nd ed.). John Wiley & Sons.

Putra, S. W. (2021). Peran Coaching Pengawas dalam Memfasilitasi Perubahan Pedagogi Guru. Jurnal Kepemimpinan Pendidikan, 12(1), 45–60.

Rochman, C. (2020). Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah. Pustaka Setia.

Sergiovanni, T. J., & Starratt, R. J. (2007). Supervision: A Redefinition (8th ed.). McGraw-Hill.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Syaodih, N. (2014). Metode Penelitian Pendidikan. PT Remaja Rosdakarya.

Tim Kemendikbud. (2021). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka.

Wiyono, B. B. (2019). Strategi Pengawas dalam Mengelola Resistensi terhadap Perubahan Kurikulum. Jurnal Manajemen Pendidikan, 10(2), 88–100.

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE Publications.

Yusuf, M. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Kencana Prenada Media Group.

Zulkifli, S. (2016). Transformasi Peran Pengawas Sekolah: Dari Inspektor Menjadi Co-Coach. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran, 5(1), 1–10.

Published

2025-08-31

How to Cite

Amri Firmansyah Depari, Dwi Santi, Teti Manurung, Fitriani, F., Ani Marsiah, Zulaiha, Z., Widya Wati, & Nurma Hidayah. (2025). Strategi Adaptif Pengawas Sekolah dalam Melaksanakan Supervisi pada Masa Transisi Kurikulum. Jurnal Kepengawasan, Supervisi Dan Manajerial (JKSM), 3(3), 86–94. https://doi.org/10.61116/jksm.v3i3.757

Issue

Section

Articles