Model Kolaborasi Pengawas dan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Budaya Mutu Akademik

Authors

  • Dahliana Pohan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Buntu Pane, Sumatera Utara, Indonesia
  • Rini Afridamayanti Supomo Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Buntu Pane, Sumatera Utara, Indonesia
  • Nurchaidah Nurchaidah Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Buntu Pane, Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61116/jksm.v3i3.756

Keywords:

Kolaborasi, Pengawas, Kepala Sekolah, Budaya, Mutu, Akademik

Abstract

Budaya mutu akademik yang kuat di Sekolah Menengah Atas (SMA) sangat bergantung pada efektivitas kepemimpinan sekolah dan sistem kepengawasan yang suportif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis model kolaborasi antara pengawas dan kepala sekolah melalui pendekatan Professional Learning Community (PLC) sebagai strategi untuk meningkatkan budaya mutu akademik di SMAN 1 Buntu Pane Asahan. Pendekatan PLC yang diusulkan berfokus pada lima dimensi: shared mission and vision, collective inquiry, collaborative teams, action orientation, dan results orientation. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan (Research and Development - R&D) dengan subjek kepala sekolah, pengawas, dan 20 guru inti. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan skala penilaian (pre-test dan post-test) terhadap budaya mutu akademik (fokus pada kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran) selama satu semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Model Kolaborasi Pengawas-KS berbasis PLC menghasilkan peningkatan signifikan pada skor budaya mutu akademik (dengan rata-rata peningkatan 28% dari skor pre-test). Peningkatan paling menonjol tercatat pada dimensi collective inquiry dan collaborative teams, di mana pengawas dan kepala sekolah aktif memfasilitasi guru untuk mengidentifikasi masalah belajar siswa berbasis data dan mencari solusi bersama. Model PLC ini dinilai efektif oleh partisipan karena menciptakan ruang coaching yang terstruktur dan berkelanjutan, yang bertentangan dengan supervisi tradisional yang episodic. Penelitian ini merekomendasikan adopsi Model Kolaborasi Pengawas-KS berbasis PLC sebagai kerangka kerja resmi untuk pengembangan profesional guru berbasis sekolah di jenjang SMA.

References

Arikunto, S. (2014). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi). Rineka Cipta.

Bass, B. M., & Riggio, R. E. (2006). Transformational Leadership (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates Publishers.

Borg, W. R., & Gall, M. D. (1983). Educational Research: An Introduction (4th ed.). Longman.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Deming, W. E. (2000). The New Economics for Industry, Government, Education (2nd ed.). MIT Press.

DuFour, R., DuFour, R., Eaker, R., & Many, T. (2010). Learning by Doing: A Handbook for Professional Learning Communities at Work (2nd ed.). Solution Tree Press.

Fattah, N. (2017). Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan. PT Remaja Rosdakarya.

Fullan, M. (2016). The New Meaning of Educational Change (5th ed.). Teachers College Press.

Glickman, C. D., Gordon, S. P., & Ross-Gordon, J. M. (2018). Supervision and instructional leadership: A developmental approach (10th ed.). Pearson Education.

Hargreaves, A., & Fullan, M. (2012). Professional capital: Transforming teaching in every school. Teachers College Press.

Hasan, M. (2019). Peran Pengawas Sekolah dalam Membangun Budaya Mutu Pendidikan. Jurnal Administrasi Pendidikan, 26(2), 150–165.

Hopkins, D. (2013). Exploding the Myths of School Reform. Pearson Education.

Kompri. (2015). Manajemen Sekolah: Teori dan Praktik. Alfabeta.

Leithwood, K., Louis, K. S., Anderson, S., & Wahlstrom, K. (2019). How Leadership Influences Student Learning. Center for Applied Research and Educational Improvement.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Mulyasa, E. (2015). Menjadi Kepala Sekolah Profesional. PT Remaja Rosdakarya.

Nolan, J., & Hoover, L. A. (2011). Teacher supervision and evaluation: Theory into practice (2nd ed.). John Wiley & Sons.

Putra, S. W. (2021). Model Kolaborasi Pengawas dan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Kinerja Guru Berbasis Data. Jurnal Kepemimpinan Pendidikan, 12(1), 45–60.

Rochman, C. (2020). Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah. Pustaka Setia.

Sergiovanni, T. J., & Starratt, R. J. (2007). Supervision: A Redefinition (8th ed.). McGraw-Hill.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Syaodih, N. (2014). Metode Penelitian Pendidikan. PT Remaja Rosdakarya.

Tim Kemendikbud. (2021). Panduan Implementasi Komunitas Belajar (Professional Learning Community).

Wiyono, B. B. (2019). Peran Komunitas Belajar Profesional dalam Mewujudkan Sekolah Efektif. Jurnal Manajemen Pendidikan, 10(2), 88–100.

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE Publications.

Yusuf, M. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Kencana Prenada Media Group.

Zulkifli, S. (2016). Transformasi Peran Pengawas Sekolah: Dari Inspektor Menjadi Co-Coach. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran, 5(1), 1–10.

Published

2025-08-31

How to Cite

Dahliana Pohan, Rini Afridamayanti Supomo, & Nurchaidah, N. (2025). Model Kolaborasi Pengawas dan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Budaya Mutu Akademik. Jurnal Kepengawasan, Supervisi Dan Manajerial (JKSM), 3(3), 77–85. https://doi.org/10.61116/jksm.v3i3.756

Issue

Section

Articles