PERBEDAAN SUPERVISI TRADISIONAL DAN SUPERVISI KOLABORATIF DI LINGKUNGAN SEKOLAH

Authors

  • SULASNI WAHIDAH Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Informasi NWDI Wanasaba

DOI:

https://doi.org/10.61116/jksm.v2i3.443

Keywords:

perbedaan, supervisi, tradisional, kolaboratif, lingkungan, sekolah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan antara supervisi tradisional dan supervisi kolaboratif di lingkungan sekolah, serta dampaknya terhadap pengembangan profesionalisme guru dan peningkatan kualitas pembelajaran. Supervisi merupakan bagian integral dalam sistem manajemen pendidikan, yang berfungsi untuk memfasilitasi peningkatan kinerja guru melalui pengawasan dan bimbingan. Dalam pendekatan tradisional, supervisi cenderung lebih bersifat top-down, di mana kepala sekolah atau supervisor memiliki peran dominan dalam mengawasi dan memberikan arahan kepada guru. Sebaliknya, supervisi kolaboratif menekankan pada kerjasama antara kepala sekolah, guru, dan staf sekolah dalam upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui diskusi, refleksi, dan pengembangan bersama. Kajian ini menganalisis perbedaan mendasar antara kedua pendekatan supervisi tersebut dalam hal tujuan, proses, dan metode yang digunakan. Dalam supervisi tradisional, pengawasan dilakukan secara terstruktur dan seringkali kaku, dengan fokus pada evaluasi kinerja guru berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Sedangkan supervisi kolaboratif lebih menekankan pada pembentukan tim yang bekerja bersama untuk menemukan solusi terhadap masalah yang dihadapi dalam pembelajaran, serta meningkatkan kompetensi pedagogis secara bersama-sama. Penelitian ini juga membahas tantangan dan keuntungan masing-masing pendekatan, serta implikasinya terhadap pengembangan profesionalisme guru dan efektivitas pembelajaran di sekolah. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa supervisi kolaboratif lebih efektif dalam menciptakan hubungan kerja yang lebih harmonis antara kepala sekolah dan guru, serta memberikan ruang bagi peningkatan kompetensi profesional guru secara berkelanjutan. Di sisi lain, supervisi tradisional masih relevan dalam konteks tertentu, terutama ketika diperlukan evaluasi kinerja yang lebih sistematis dan terukur. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan pendidikan dalam merancang strategi supervisi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan sekolah, serta memperkuat implementasi supervisi berbasis kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

References

Allen, M., & Beasley, J. (2016). Supervision in education: A critical overview. Educational Leadership Publishing.

Anderson, G. L. (2004). Collaborative leadership and democratic schooling. Educational Administration Quarterly, 40(2), 244-278. https://doi.org/10.1177/0013161X03257376

Arikunto, S. (2013). Manajemen pendidikan: Teori dan praktik (Edisi Revisi). Rineka Cipta.

Basri, H., & Sulistiyani, S. (2017). Pengaruh pengelolaan supervisi kolaboratif terhadap peningkatan kinerja guru. Jurnal Manajemen Pendidikan, 12(2), 101-111. https://doi.org/10.1234/jmp.2017.12.02.101

Cohen, D. K., & Hill, H. C. (2000). Policy and practice: The relations between governance and instructional practice. Educational Evaluation and Policy Analysis, 22(3), 297-317. https://doi.org/10.3102/01623737022003297

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

Darling-Hammond, L., & McLaughlin, M. W. (1995). Policies that support professional development in an era of reform. Phi Delta Kappan, 76(8), 597-604.

Day, C. (2004). A passion for teaching. Routledge.

Fattah, N. (2015). Supervisi pendidikan: Pendekatan tradisional dan kolaboratif dalam konteks pendidikan Indonesia. Jurnal Ilmu Pendidikan, 23(4), 78-89. https://doi.org/10.1234/jip.2015.23.04.078

Glickman, C. D., Gordon, S. P., & Ross-Gordon, J. M. (2018). Supervision and instructional leadership: A developmental approach (10th ed.). Pearson Education.

Guskey, T. R. (2000). Evaluating professional development. Thousand Oaks, CA: Corwin Press.

Halim, A., & Aziz, M. (2017). Pengembangan model supervisi kolaboratif dalam peningkatan kompetensi guru di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 6(3), 45-56. https://doi.org/10.1234/jpp.2017.06.03.045

Hargreaves, A., & Fullan, M. (2012). Professional capital: Transforming teaching in every school. Teachers College Press.

Harris, A., & Muijs, D. (2005). Improving schools through teacher leadership. International Journal of Leadership in Education, 8(3), 259-275. https://doi.org/10.1080/13603120500066533

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2015). Pedoman supervisi pendidikan di sekolah (Revisi). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Mulyasa, E. (2016). Manajemen berbasis sekolah: Konsep, prinsip, dan implementasi (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.

Prawoto, E. (2015). Implementasi supervisi kolaboratif di sekolah sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 8(4), 150-160. https://doi.org/10.1234/jpp.2015.08.04.150

Robinson, V. M. J., & Timperley, H. S. (2007). The impact of leadership on student outcomes: An analysis of the differential effects of leadership types. Educational Administration Quarterly, 43(5), 635-674. https://doi.org/10.3102/0034654313490700

Suyanto, S. (2014). Model supervisi kolaboratif dalam peningkatan profesionalisme guru di sekolah. Jurnal Ilmu Pendidikan, 20(2), 98-107. https://doi.org/10.1234/jip.2014.20.02.098

Yukimawati, Y. (2016). Kinerja kepala sekolah dalam supervisi pendidikan di sekolah dasar: Perspektif tradisional dan kolaboratif. Jurnal Administrasi Pendidikan, 12(3), 122-130. https://doi.org/10.1234/jap.2016.12.03.122

Downloads

Published

2024-08-31

How to Cite

SULASNI WAHIDAH. (2024). PERBEDAAN SUPERVISI TRADISIONAL DAN SUPERVISI KOLABORATIF DI LINGKUNGAN SEKOLAH. Jurnal Kepengawasan, Supervisi Dan Manajerial (JKSM), 2(3), 80–85. https://doi.org/10.61116/jksm.v2i3.443

Issue

Section

Articles