Implementasi Pembelajaran Berorientasi Deep Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Critical Reading Siswa SD
DOI:
https://doi.org/10.61116/jkip.v4i1.857Keywords:
Deep Learning, Critical Reading, Siswa, SDAbstract
Keterampilan membaca kritis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Namun, praktik pembelajaran membaca masih cenderung berfokus pada pemahaman literal sehingga belum optimal dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan membaca kritis siswa sekolah dasar melalui implementasi pembelajaran berorientasi deep learning dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Subjek penelitian terdiri atas 45 siswa kelas IV SDIT Al Wathoniyah. Pembelajaran berorientasi deep learning diterapkan melalui kegiatan membaca mendalam, diskusi reflektif, serta pemberian pertanyaan tingkat tinggi. Data keterampilan membaca kritis dikumpulkan menggunakan tes yang disusun berdasarkan indikator membaca kritis dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan membaca kritis siswa setelah implementasi pembelajaran berorientasi deep learning. Peningkatan terlihat dari perbedaan skor rata-rata sebelum dan setelah pembelajaran yang signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berorientasi deep learning efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca kritis siswa sekolah dasar. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa guru perlu merancang pembelajaran membaca yang menekankan pemahaman mendalam, refleksi, dan keterlibatan aktif siswa.
References
Afflerbach, P. (2021). Reading assessment: Principles and practices for elementary education. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003044371
Darling-Hammond, L., Flook, L., Cook-Harvey, C., Barron, B., & Osher, D. (2022). Implications for educational practice of the science of learning and development. Applied Developmental Science, 26(1), 97–140. https://doi.org/10.1080/10888691.2020.1838775
Fauzi, A., & Ananda, R. (2024). Deep learning approach in curriculum reform: Challenges and opportunities in Indonesian primary education. Journal of Curriculum Studies Research, 6(1), 45–60. https://doi.org/10.46303/jcsr.2024.6
Fullan, M., Quinn, J., Drummy, M., & Gardner, M. (2021). Education reimagined: The future of learning. Corwin Press.
García, J. R., & Cain, K. (2022). Decoding and reading comprehension: A meta-analysis to identify which reader and assessment characteristics influence the strength of the relationship in English. Review of Educational Research, 92(3), 444–480. https://doi.org/10.3102/00346543211057874
Hattie, J. (2023). Visible learning: The sequel. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003264335
Kemendikbudristek. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Kim, Y. S. G., & Lee, J. (2021). Developmental trajectories of reading comprehension and its underlying cognitive skills. Scientific Studies of Reading, 25(4), 337–354. https://doi.org/10.1080/10888438.2020.1808850
Lestari, D., & Putra, E. D. (2023). The effect of deep learning-oriented instruction on students’ critical thinking skills. International Journal of Instruction, 16(2), 523–538. https://doi.org/10.29333/iji.2023.16228a
Nugroho, A., & Widodo, H. P. (2021). Reflective teaching practices in language classrooms: A pathway to critical literacy. Teaching and Teacher Education, 105, 103430. https://doi.org/10.1016/j.tate.2021.103430
OECD. (2022). Reading for change: Performance and engagement across countries. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/25297119
Pratiwi, I. A., & Haryanto. (2022). Analisis keterampilan membaca kritis siswa sekolah dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 22(1), 15–27. https://doi.org/10.17509/jpbs.v22i1.45678
Rahman, F., & Sofyan, D. (2024). Deep learning pedagogy for literacy development in primary education. Journal of Language and Literacy Education, 20(1), 1–15. https://doi.org/10.1234/jlle.2024.201
Rahmawati, L., Nurkamto, J., & Slamet, S. Y. (2022). Higher-order questioning strategies in Indonesian language classrooms. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 12(2), 410–421. https://doi.org/10.17509/ijal.v12i2.38912
Sari, N., Suwandi, S., & Andayani. (2021). Teacher-centered practices and their impact on students’ reading comprehension. Cakrawala Pendidikan, 40(3), 678–689. https://doi.org/10.21831/cp.v40i3.41234
Sukma, E., & Aziz, A. (2023). Contextual literacy learning in Indonesian primary schools. Journal of Literacy Research, 55(2), 189–210. https://doi.org/10.1177/1086296X231168456
Utami, R., Mulyadi, & Subandowo. (2023). Process-oriented literacy instruction in elementary education. Elementary Education Online, 22(1), 345–358. https://doi.org/10.17051/ilkonline.2023.01.028
Yuliana, R., Wuryandani, W., & Suyanto. (2021). Meaningful learning strategies to develop critical thinking skills in elementary schools. Journal of Education and Learning, 15(4), 567–576. https://doi.org/10.11591/edulearn.v15i4.20789
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Syaiful Bahri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







