Analisis Peran Orang Tua dalam Pembentukan Regulasi Emosi Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.61116/jkip.v3i4.827Keywords:
Peran, Orang Tua, Regulasi, Emosi, Anak Usia DiniAbstract
Regulasi emosi merupakan kemampuan penting yang mulai berkembang sejak usia dini dan berpengaruh besar terhadap kesejahteraan psikologis serta keberhasilan sosial anak di masa depan. Orang tua memegang peran sentral dalam membentuk kemampuan ini melalui pola pengasuhan, interaksi emosional, dan keteladanan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran orang tua dalam pembentukan regulasi emosi anak usia dini berdasarkan pendekatan psikologi perkembangan. Dengan metode studi pustaka, artikel ini menganalisis berbagai teori dan temuan empiris terkait strategi orang tua, seperti validasi emosi, responsivitas, serta penerapan disiplin positif dalam membantu anak memahami dan mengelola emosinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa orang tua yang responsif, hangat, dan konsisten lebih efektif dalam membantu anak mengembangkan kemampuan mengenali, mengekspresikan, dan mengatur emosinya secara sehat. Sebaliknya, pola asuh yang otoriter, mengabaikan, atau inkonsisten cenderung menghambat perkembangan regulasi emosi. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi pengasuhan berbasis psikologi dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
References
Abdurrahman, M. (2012). Anak berkesulitan belajar: Teori, diagnosis, dan remediasinya. Rineka Cipta.
Arisanti, D., Wahyudi, A., & Muttaqin, Z. (2024). Pengaruh pola asuh orang tua terhadap kematangan emosional anak di lingkungan pendidikan anak usia dini. Jurnal Psikologi Perkembangan, 12(1), 45–58.
Arisanti, Fifi, Mukhammad Wahyudi, and Muhammad ‘Azam Muttaqin. (2024). “Pendekatan Holistik Dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Menyelaraskan Aspek Kognitif, Emosional Dan Sosial.” Journal of Early Childhood Education Studies 4:33–72. https://silabus.org/pendekatan-holistik-paud/.
Baumrind, D. (1991). The influence of parenting style on adolescent competence and substance use. Journal of Early Adolescence, 11(1), 56–95. https://doi.org/10.1177/0272431691111004
Berk, L. E. (2013). Child development (9th ed.). Pearson Education.
Brooks, J. (2011). The process of parenting (9th ed.). McGraw-Hill.
Cahyaningsih, D., dkk. (2024). Analisis efektivitas bimbingan individual dalam mengatasi hambatan belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(1), 56–70.
Djamarah, S. B. (2014). Pola asuh orang tua dan komunikasi dalam keluarga. Rineka Cipta.
Eisenberg, N., Spinrad, T. L., & Eggum, N. D. (2010). Emotion-related self-regulation and its relation to children's maladjustment. Annual Review of Clinical Psychology, 6, 495–525. https://doi.org/10.1146/annurev.clinpsy.121208.131208
Goleman, D. (2001). Emotional intelligence: Kecerdasan emosional, mengapa EQ lebih penting daripada IQ. Gramedia Pustaka Utama.
Gottman, J. M., Katz, L. F., & Hooven, C. (1996). Meta-emotion: How families communicate emotionally. Lawrence Erlbaum Associates.
Hilmi, M., Hurriyati, D., & Lisnawati. (2018). Hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemampuan regulasi emosi anak usia dini. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2(1), 15–28.
Husein, M. (2020). Identifikasi dan penanganan gangguan belajar pada anak usia dini dan sekolah dasar. Pustaka Nasional.
Ilham, M., dkk. (2024). Tantangan guru dalam menghadapi keberagaman gaya belajar siswa di sekolah negeri. Jurnal Pedagogi Indonesia, 6(2), 112–125.
Kirana, A. (2013). Pengaruh pola asuh permisif terhadap kontrol diri anak usia 5-6 tahun. Jurnal Pendidikan Anak, 2(2), 110–124.
Kirana, Rizkia Sekar. (2013). “Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Temper Tantrum Pada Anak Pra Sekolah.” Developmental and Clinical Psychology 2 (2): 50–55. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/dcp.
Kuris, A., dkk. (2022). Penggunaan media visual dan alat peraga dalam meningkatkan pemahaman konsep abstrak pada siswa SD. Jurnal Teknologi Pendidikan, 14(3), 88–101.
Lintina, S. (2015). Adaptasi dan validasi skala pola asuh orang tua berdasarkan teori Diana Baumrind. (Tesis, Universitas Indonesia).
Lintina, Shovia. (2015). “Pengaruh Konsep Diri Dan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kemandirian Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,”1 113. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/28948.
Maulida, R., dkk. (2024). Sinergi sekolah dan orang tua dalam mendukung keberhasilan belajar siswa dengan gangguan konsentrasi. Jurnal Pendidikan Inklusif, 5(1), 15–29.
Mawada Azkia, and Saidah Nurul Ummah. (2020). “Analisis Perkembangan Emosi Anak Usia Dini.” Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini 5 (2): 77–90. https://doi.org/10.14421/jga.2020.52-05.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Mulyadi. (2010). Diagnosis kesulitan belajar dan bimbingan kesulitan belajar khusus. Nuha Litera.
Papalia, D. E., & Martorell, G. (2021). Experience human development (14th ed.). McGraw-Hill Education.
Rahimah, S. (2023). Laporan hasil observasi dan wawancara kesulitan belajar matematika di SD Negeri Balida. (Dokumen Internal Sekolah).
Shields, A., & Cicchetti, D. (1997). Emotion regulation among school-age children: The development and validation of a new criterion Q-sort scale. Developmental Psychology, 33(6), 906–916. https://doi.org/10.1037/0012-1649.33.6.906
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sukatin, S., dkk. (2020). Analisis perkembangan emosi anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 416–428.
Wahyuni, S., & Suyoto. (2024). Implementasi strategi holistik dalam mengatasi maladaptasi sosial pada siswa sekolah dasar. Jurnal Psikologi Pendidikan, 10(2), 201–218.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Najwa Aulia Fatah, Arsan Shanie, Muhammad Muhajirin, Eka Yogi Ulyatul Fatikah, Lisa Damayanti, Nayla Lutfiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







