Implementasi Layanan Bimbingan dan Konseling oleh Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (Sebuah Kajian Etnografis)
DOI:
https://doi.org/10.61116/jkip.v3i1.603Keywords:
Layanan, Bimbingan, Konseling, Siswa, Sekolah Menengah KejuruanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi secara holistik budaya sekolah terkait Bimbingan dan Konseling (BK), termasuk pandangan, harapan, dan perilaku siswa terhadap keberadaan dan peran Guru BK di lingkungan SMK N. 1 Mazo, Nias Selatan. Konteks Nias Selatan yang kental dengan budaya komunal dan hierarki otoritas tradisional (terutama kepemimpinan Guru/Kepala Sekolah) sangat memengaruhi penerimaan terhadap layanan BK modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografis kualitatif, di mana peneliti berupaya menjadi partisipan-pengamat untuk memahami emic perspective (sudut pandang dalam) siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan intensif di ruang kelas, lingkungan sekolah, dan ruang BK, serta wawancara mendalam dengan siswa (fokus: pengguna layanan, non-pengguna, peer group), Guru BK, dan perwakilan manajemen sekolah. Analisis data dilakukan melalui analisis domain dan taksonomi untuk merumuskan struktur budaya BK di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan adanya dualitas persepsi: siswa memandang BK sebagai "Polisi Sekolah" (penegak disiplin/hukuman) dan secara simultan sebagai "Tempat Curhat/Penolong" (untuk masalah personal/karir). Pemanfaatan layanan sangat dipengaruhi oleh budaya siri (malu) dan ketakutan akan stigma sosial. Disimpulkan bahwa Guru BK di SMK N. 1 Mazo perlu menyeimbangkan peran kedisiplinan dan pengembangan personal-karir, serta secara proaktif menciptakan budaya trust (kepercayaan) untuk memaksimalkan pemanfaatan layanan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muchlis Hamonangan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







