Aplikasi Matematika Terapan dalam Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan

Authors

  • Waladati Khoirun Nadhifa Universitas PGRI Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61116/jiim.v3i3.803

Keywords:

Matematika Terapan, Kurikulum, Sekolah Menengah Kejuruan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif relevansi dan aplikasi konsep Matematika terapan dalam kurikulum dan praktik kejuruan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Banyuwangi, dengan fokus pada dua bidang: Teknik Mesin dan Perikanan. Pendidikan Vokasi menuntut Matematika berfungsi sebagai alat kerja (tool) yang langsung digunakan untuk pemecahan masalah teknis. Penelitian ini menggunakan desain Studi Kasus Kualitatif Multisitus yang melibatkan 15 partisipan kunci: 4 Guru Matematika, 4 Guru Kejuruan (2 Teknik Mesin, 2 Perikanan), 5 Siswa Kunci, dan 2 Perwakilan Industri di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui Wawancara Mendalam, Observasi Proses Praktik, dan Analisis Dokumen Kurikulum Lokal/Modul Praktik. Hasil penelitian mengidentifikasi adanya Kesenjangan Sinkronisasi Vertikal (vertical synchronization gap): Guru Matematika mengajarkan konsep abstrak (misalnya, trigonometri) secara umum, sementara Guru Kejuruan mengajarkannya secara situasional (misalnya, menghitung sudut bevel atau menghitung volume tangkapan/pakan) tanpa mengaitkan kembali ke prinsip Matematis formal. Siswa melaporkan Matematika baru menjadi "penting" ketika mereka melihat aplikasinya di bengkel/laut, yang menunjukkan kebutuhan mendesak untuk Integrasi Kurikulum Context-Based Learning. Studi menyimpulkan bahwa relevansi Matematika di vokasi harus diposisikan sebagai Kompetensi Kunci dan memerlukan revisi kurikulum yang didorong oleh needs assessment dari industri.

References

Choy, D., & Cheah, T. C. (2018). Vocational Education and Training in ASEAN. Springer.

Djamarah, S. B. (2015). Strategi Belajar Mengajar. Rineka Cipta.

Hadi, S. (2019). Integrasi Matematika dan Kejuruan dalam Kurikulum SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 9(1), 1–15.

Hutauruk, B. (2021). Peran Guru Kejuruan dalam Scaffolding Kompetensi Matematika Terapan. Jurnal Inovasi Pendidikan, 12(3), 15–30.

Kemmis, S., & McTaggart, R. (2005). Participatory Action Research: Communicative Action and the Public Sphere. SAGE Publications.

Lubis, M. Y. (2020). Relevansi Kompetensi Quantitative Reasoning untuk Dunia Kerja. Jurnal Psikologi Industri, 5(2), 100–115.

Marzano, R. J. (2003). What Works in Schools: Translating Research into Action. ASCD.

OECD. (2019). PISA 2018 Results (Volume V): Effective Policies, Successful Schools. OECD Publishing.

P21 (Partnership for 21st Century Learning). (2015). P21 Framework for 21st Century Learning. P21.

Pintrich, P. R. (2000). The Role of Goal Orientation in Self-Regulated Learning. In M. Boekaerts, P. R. Pintrich, & M. Zeidner (Eds.), Handbook of Self-Regulation (pp. 451–502). Academic Press.

Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta.

Stake, R. E. (1995). The Art of Case Study Research. SAGE Publications.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE Publications.

Zimmerman, B. J. (2000). Attaining Self-Regulation: A Social Cognitive Perspective. In M. Boekaerts, P. R. Pintrich, & M. Zeidner (Eds.), Handbook of Self-Regulation (pp. 13–39). Academic Press.

Published

2025-08-31

Issue

Section

Articles