Kajian Perbandingan Aspek Farmakokinetik dan Farmakodinamik Obat Paracetamol dan Ibuprofen sebagai Antipiretik

Authors

  • Adelia Mutiara Pramitha Universitas Airlangga, Jawa Timur, Indonesia
  • Aditya Rizky Wicaksono Universitas Airlangga, Jawa Timur, Indonesia
  • Muhammad Riza Zhafran Airlangga University
  • Alodya Ganes Lalita Airlangga University
  • Muhammad Akmal Bayu Insani Airlangga University
  • Iwan Sahrial Hamid Universitas Airlangga, Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61116/jiim.v3i4.682

Keywords:

Farmakokinetik, Farmakodinamik, Obat, Paracetamol, Ibuprofen, Antipiretik

Abstract

Demam merupakan suatu kondisi saat suhu tubuh meningkat akibat adanya respons tubuh terhadap pirogen endogen sehingga memicu produksi prostaglandin E₂ (PGE₂) melalui aktivasi enzim siklooksigenase-2 (COX-2). Mini Review ini bertujuan untuk membandingkan aspek farmakokinetik serta farmakodinamik pada obat antipiretik, yaitu paracetamol dan ibuprofen. Metode yang digunakan ialah tinjauan pustaka dari sumber-sumber ilmiah yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa antipiretik memiliki cara kerja yang berbeda baik dalam segi farmakokinetik maupun farmakodinamiknya. Cara kerja paracetamol pada sistem saraf pusat melalui mekanisme modulasi PGE₂ dan aktivasi TRPA1, sementara metabolismenya akan melibatkan jalur glukuronidasi dan sulfat. Sedangkan, ibuprofen adalah NSAID yang menghambat COX-1 dan COX-2 secara langsung yang akan menyebabkan penurunan produksi PGE₂ secara signifikan dengan absorbsi cepat dan terdapat ikatan protein plasma yang tinggi. Berdasarkan analisis artikel yang memenuhi kriteria inklusi menunjukkan bahwa ibuprofen memiliki onset penurunan suhu yang lebih cepat dibandingkan paracetamol sekitar 1-2 jam pertama, meskipun efektivitasnya akan sebanding dengan paracetamol setelah 4-6 jam sesudah pemberian. Oleh karena itu, kedua obat antipiretik, seperti paracetamol dan ibuprofen, efektif sebagai antipiretik meskipun terdapat perbedaan farmakokinetik dan farmakodinamiknya yang dapat dipertimbangkan saat pemilihan terapi.

References

Al Jufri, U. A. (2025). Efektivitas dan Keamanan Paracetamol dan Ibuprofen sebagai Antipiretik. Health & Medical Sciences, 2(3). https://doi.org/10.47134/phms.v2i3.4 00

Ayoub, S. S. (2021). Paracetamol (acetaminophen): A familiar drug with an unexplained mechanism of action. Temperature, 8(4), 351–371. https://doi.org/10.1080/23328940.20 21.1886392

Balli S, Shumway KR, Sharan S. Physiology, Fever. [Updated 2023 Sep 4]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NB K562334/

Fatan, F. A., Hilmi, I. L., & Salman, S. (2023). Artikel Review: Tinjauan Pemilihan Obat Antipiretik untuk Anak-Anak. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 230-236.

Gazali, M., Hadira, H., Islam, A.N., Tajrin, A. & Nilawati, N. (2023) ‘Efektivitas Kombinasi Ibuprofen dan Parasetamol terhadap Kualitas Analgesia Pasca Odontektomi Molar Tiga’, e-GiGi, 11(1), pp. 99–105.

Indryana, I, Nurhayati, S & Immawati, I. (2023). ‘Penerapan pendidikan kesehatan tentang penatalaksanaan kejang demam pada anak usia toddler (1–3 tahun) di Puskesmas Ganjar Agung Kecamatan Metro Barat’, Jurnal Cendikia Muda, vol. 3, no. 1, pp. 123–130.

Kamakia, F., Ouma, S., & Kagia, R. (2023). Pharmacokinetic and pharmacodynamic profiling of compounds similar to paracetamol from zinc database: an in silico analysis. F1000Research, 12, 720. https://doi.org/10.12688/f1000resear ch.133839.1

Mazaleuskaya, L. L., Sangkuhl, K., Thorn, C. F., FitzGerald, G. A., Altman, R. B., & Klein, T. E. (2015). PharmGKB summary. Pharmacogenetics and Genomics, 25(8), 416–426. https://doi.org/10.1097/fpc.00000000 00000150

Mehlisch, D. R., Aspley, M. D. S., Daniels, S. E., & Bandy, D. P. (2010). Comparison of the analgesic efficacy of concurrent ibuprofen and paracetamol with ibuprofen or paracetamol alone in the management of moderate to severe acute postoperative dental pain in adolescents and adults: A randomized, double-blind, placebo-controlled, parallel-group, single-dose, two-center, modified-factorial study. Clinical Therapeutics, 32(5), 882-895. https://doi.org/10.1016/j.clinthera.20 10.04.022

Mirrasekhian, E. et al. (2019). The antipyretic effect of paracetamol occurs independent of changes in prostaglandin E2 in the preoptic hypothalamus. FASEB Journal, 33(7), 7634–7643. https://doi.org/10.1096/fj.201800272 R

Palmer, M. E., Andrews, L. J., Abbey, T. C., Dahlquist, A. E., & Wenzler, E. (2022). The importance of pharmacokinetics and pharmacodynamics in antimicrobial drug development and their influence on the success of agents developed to combat resistant gram negative pathogens: A review. Frontiers in Pharmacology, 13, 888079. https://doi.org/10.3389/fphar.2022.88 8079

Salman, S. et al. (2024) Farmakokinetika. Purbalingga: Eureka Media Aksara.

Shin, D., Lee, S. J., Ha, Y. M., Choi, Y. S., Kim, J. W., Park, S. R., & Park, M. K. (2017). Pharmacokinetic and pharmacodynamic evaluation according to absorption differences in three formulations of ibuprofen. Drug design, development and therapy, 11, 135–141. https://doi.org/10.2147/DDDT.S1216 33

Sovia, E., Ratwita, W., Nugraha, R. V., Anggraeni, D., & Rachman, H. (2024). Edukasi penggunaan obat analgetik dan antipiretik secara rasional. Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma, 5(2), 363-370.

Published

2025-11-30

Issue

Section

Articles