Peran Pendidikan Lingkungan dalam Membangun Kesadaran pada Pengelolaan Sampah Kimia Rumah Tangga

Authors

  • Ajeng Putri Cahyani Universitas PGRI Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia

Keywords:

Pendidikan, Lingkungan, Pengelolaan, Sampah, Kimia, Rumah Tangga

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Kimia dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan dan meningkatkan kompetensi praktis siswa dalam pengelolaan sampah kimia rumah tangga (Household Hazardous Waste - HHW) di komunitas SMA/SMK di Banyuwangi. HHW, seperti baterai bekas, pembersih lantai, dan aerosol, merupakan sumber polusi lingkungan yang sering terabaikan dalam kurikulum sekolah. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Partisipatif (Participatory Action Research - PAR) dengan siklus 1: Asesmen Kebutuhan dan Siklus 2: Intervensi Edukasi. Partisipan penelitian meliputi 40 siswa anggota Klub Sains/Pecinta Alam dari dua sekolah di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui Pre-test/Post-test (mengukur kesadaran dan pengetahuan HHW), Wawancara Terfokus, dan Analisis Produk (pembuatan Standard Operating Procedure (SOP) pengelolaan HHW sederhana). Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan HHW dari rata-rata 55% (Pre-test) menjadi 85% (Post-test) setelah intervensi berbasis Kimia (materi Kimia Hijau dan Toksikologi Dasar). Hasil kualitatif menunjukkan peningkatan Tingkat Efikasi Diri siswa dalam mengedukasi keluarga dan komunitas mereka. Studi menyimpulkan bahwa integrasi konsep Kimia (sifat asam-basa, reaktivitas) dengan isu lingkungan lokal adalah metode efektif untuk mentransformasi pengetahuan menjadi tindakan konservasi yang bertanggung jawab di tingkat komunitas.

References

Anastas, P. T., & Warner, J. C. (1998). Green Chemistry: Theory and practice. Oxford University Press.

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman.

Barrow, L. H. (2000). Addressing misconceptions about hazardous household wastes. Journal of Chemical Education, 77(10), 1318–1321.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Domino, B. P. (2015). A study of household hazardous waste disposal behaviors in rural communities. Environmental Management, 56(5), 1150–1160.

Guba, E. G., & Lincoln, Y. S. (1989). Fourth generation evaluation. SAGE Publications.

Hines, J. M., Hungerford, H. R., & Tomera, A. N. (1987). Analysis and synthesis of research on responsible environmental behavior: A meta-analysis. Journal of Environmental Education, 18(2), 1–8.

Jensen, B. B. (2002). Knowledge, action and pro-environmental behaviour. Environmental Education Research, 8(3), 325–334.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. (2019). Pedoman Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Rumah Tangga.

Kemmis, S., & McTaggart, R. (2005). Communicative action and the public sphere. SAGE Publications.

Kolb, D. A. (2014). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (2nd ed.). Pearson Education.

Mellor, L. H. (2018). The impact of environmental education on students' attitudes towards waste management: A case study. Journal of Environmental Studies, 20(4), 112–125.

Mukhlis, A., & Sari, D. P. (2023). Integrasi Kimia Hijau dan Toksikologi Dasar dalam Pembelajaran Kimia untuk Isu Lingkungan. Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia, 12(1), 45–60.

Palmberg, I., & Kuru, J. (2000). Outdoor education and environmental responsibility. Environmental Education Research, 6(4), 369–381.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods: Integrating theory and practice (4th ed.). SAGE Publications.

Peraturan Pemerintah RI No. 101 Tahun 2014. (2014). Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

Pramono, A., & Wibowo, S. (2020). Edukasi Pengelolaan Sampah Kimia Rumah Tangga Berbasis Komunitas. Deepublish.

Setyowati, D. R., & Budiman, A. (2024). Pengaruh Participatory Action Research (PAR) terhadap Keterampilan Psikomotorik Siswa dalam Pengelolaan Limbah B3. Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, 10(2), 1–15.

Slavin, R. E. (2018). Cooperative learning: Theory, research, and practice (4th ed.). Pearson Education.

Supriadi, S. (2009). Pendidikan Lingkungan Hidup. Balai Pustaka.

Syahputra, E., & Handayani, T. (2022). Analisis Kesenjangan Pengetahuan dan Aksi Siswa terhadap Isu Household Hazardous Waste (HHW). Jurnal Pendidikan Lingkungan dan Sains, 14(3), 160–175.

Tilbury, D. (1995). Environmental education for sustainability: Defining the new focus of environmental education in the 1990s. Environmental Education Research, 1(2), 195–212.

UNEP. (2017). Handbook for the development of national HHW management strategies. United Nations Environment Programme.

Wals, A. E. J. (2010). Between knowing and doing: A critical reflection on the relationship between environmental knowledge and action. Wageningen University.

Widianto, E., & Permatasari, A. (2021). Peran Guru Kimia dalam Menerapkan Prinsip Kimia Hijau di Kelas dan Laboratorium Sekolah. Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia, 18(1), 1–15.

Zimmerman, B. J. (2000). Self-efficacy: An essential motive to learn. Contemporary Educational Psychology, 25(1), 82–91.

Published

2025-05-31

Issue

Section

Articles