Strategi Guru dalam Menciptakan Lingkungan Belajar yang Inklusif untuk Mengatasi Math Anxiety pada Siswa

Authors

  • I Putu Erdi Hendra Universitas PGRI Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia

Keywords:

Guru, Lingkungan, Belajar, Inklusif, Math Anxiety, Siswa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Manajemen Kelas Kualitatif yang diterapkan oleh Guru Matematika di Banyuwangi dalam dua konteks krusial: menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mereduksi Kecemasan Matematika (Math Anxiety) pada siswa. Math Anxiety adalah hambatan afektif signifikan yang menghambat potensi akademik siswa. Penelitian ini menggunakan desain Studi Kasus Kualitatif Multisitus dengan memilih tiga Guru Matematika SMA/SMK di Banyuwangi yang teridentifikasi berhasil menciptakan kelas yang suportif. Partisipan penelitian meliputi 3 Guru Matematika, 6 siswa dengan tingkat Math Anxiety sedang/tinggi, dan 3 guru Bimbingan Konseling (BK). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif (minimal 4 sesi per guru), dan analisis dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mencerminkan praktik inklusif. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga strategi manajemen kelas yang berhasil: (1) Error-as-Opportunity: Guru secara eksplisit mengubah kesalahan menjadi sumber belajar bersama, bukan kegagalan individu; (2) Flexible Grouping: Penggunaan pengelompokan yang dinamis dan non-hierarkis untuk menghilangkan stigma "siswa pintar" dan "siswa lambat"; dan (3) Affective Scaffolding: Guru menggunakan humor, kontak mata, dan waktu tunggu (wait-time) yang lebih lama untuk mengurangi tekanan kognitif. Studi menyimpulkan bahwa Manajemen Kelas Afektif oleh guru berperan penting dalam memediasi hubungan antara pembelajaran dan emosi siswa, sehingga menciptakan safe space kognitif yang inklusif.

References

Ashcraft, M. H., & Moore, A. M. (2009). Neurophobia: A neurological explanation for math anxiety. Cognitive and Emotion, 23(8), 1602–1619.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.

Dweck, C. S. (2006). Mindset: The new psychology of success. Random House.

Eccles, J. S., & Wigfield, A. (2002). Motivational beliefs, values, and goals. Annual Review of Psychology, 53(1), 109–132.

Gunderson, E. A., Park, D., Maloney, E. A., Beilock, S. L., & Levine, S. C. (2018). Reciprocal relations between parents’ and children’s math anxiety. Developmental Science, 21(3), e12626.

Hembree, R. (1990). The nature, effects, and relief of mathematics anxiety. Journal for Research in Mathematics Education, 21(1), 33–47.

Kyttälä, M., & Björn, P. M. (2014). The effect of math anxiety on performance in different types of math tasks. Journal of Learning Disabilities, 47(6), 525–534.

Marzano, R. J. (2003). What works in schools: Translating research into action. Association for Supervision and Curriculum Development.

Nurafiat, H., & Sujana, S. (2023). Peran Affective Scaffolding dalam Mereduksi Math Anxiety Siswa Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains, 11(1), 1–15.

Pekrun, R. (2006). The control-value theory of achievement emotions: Assumptions, implications, and open questions. Educational Psychologist, 41(1), 53–66.

Sari, E. N., & Setiawan, I. (2021). Strategi Error Handling Guru Matematika untuk Menciptakan Psychological Safety di Kelas. Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika, 10(2), 150–165.

Slavin, R. E. (2018). Cooperative learning: Theory, research, and practice (4th ed.). Pearson Education.

Susanti, S., & Wijaya, A. (2022). Efektivitas Model Flexible Grouping dan Peer Tutoring dalam Mengatasi Kecemasan Matematika. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru, 16(3), 201–215.

Tobias, S. (1993). Overcoming math anxiety. W. W. Norton & Company.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Wigfield, A., & Meece, J. L. (1988). Math anxiety in elementary and secondary school students. Journal of Educational Psychology, 80(2), 210–216.

Zimmerman, B. J. (2000). Self-efficacy: An essential motive to learn. Contemporary Educational Psychology, 25(1), 82–91.

Published

2025-05-31

Issue

Section

Articles