Potensi Pengembangan Media Digital Berbasis Flora dan Fauna Endemik

Authors

  • Makkiyatul Mukaromah Universitas PGRI Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia

Keywords:

Potensi, Pengembangan, Media, Digital, Flora, Fauna, Endemik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan (needs assessment) dan potensi pengembangan media pembelajaran digital yang mengintegrasikan flora dan fauna endemik Banyuwangi ke dalam materi Biologi SMA/MA. Latar belakang penelitian adalah rendahnya relevansi materi Biologi yang bersifat universal dengan konteks lingkungan lokal, khususnya di Banyuwangi yang kaya akan keanekaragaman hayati endemik (misalnya, Rafflesia zollingeriana dan Banteng Jawa). Penelitian ini menggunakan desain Survei Kebutuhan Kualitatif-Kuantitatif Campuran dengan melibatkan 30 siswa kelas X dan XI, 5 Guru Biologi, dan 2 Pakar Konservasi/Lingkungan di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui angket kebutuhan siswa, wawancara terstruktur dengan guru, dan analisis silabus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% siswa merasa materi Biologi saat ini kurang relevan dan 85% guru kesulitan mencari media yang kontekstual. Potensi pengembangan media digital sangat tinggi, khususnya dalam format Aplikasi Mobile Berbasis Augmented Reality (AR) yang dapat menyajikan visualisasi 3D Banteng Jawa atau proses penyerbukan Rafflesia. Studi menyimpulkan adanya kesenjangan signifikan antara materi ajar Biologi dan konteks lokal, sehingga pengembangan media digital berbasis endemik Banyuwangi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan minat belajar, relevansi materi, dan kesadaran konservasi siswa.

References

Akçayır, M., & Akçayır, G. (2017). Advantages and challenges associated with augmented reality for education: A systematic review of the literature. Educational Research Review, 20, 1–11.

Arifin, Z. (2022). Inovasi Media Pembelajaran Biologi Berbasis Kekayaan Alam Lokal. Pustaka Pelajar.

Bahrudin, M., & Khotimah, K. (2020). Pengembangan Aplikasi Mobile Learning Biologi Berbasis Endemik untuk Peningkatan Literasi Lingkungan. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 6(1), 1–10.

Budimansyah, D. (2018). Pengembangan Kurikulum Berbasis Potensi Lokal. Alfabeta.

Darmawan, D. (2021). Pemanfaatan Teknologi Augmented Reality dalam Pembelajaran Sains. Rosda Karya.

Faizah, U., & Syafrudin. (2023). Integrasi Konten Konservasi Lokal dalam Pembelajaran Biologi SMA. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 9(2), 150–165.

Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74.

Hidayat, R. (2022). Biodiversitas Indonesia: Tantangan Konservasi dan Pendidikan. Deepublish.

Irianto, A. (2019). Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran Biologi Berbasis Keanekaragaman Hayati Lokal. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 3(2), 100–110.

Kartodirdjo, S. (1993). Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Gramedia Pustaka Utama. (Digunakan sebagai referensi klasik tentang pentingnya konteks lokal).

Kusumawati, A., & Widodo, E. (2021). Efektivitas Video 360 Derajat dalam Meningkatkan Minat Belajar Materi Ekosistem Endemik. Jurnal Teknologi Pendidikan, 11(1), 30–45.

Lee, K. (2012). Augmented reality in education and training. TechTrends, 56(2), 13–21.

Mahmud, M. I., & Hasan, M. (2020). Desain Media Pembelajaran Berbasis Mobile Application untuk Materi Klasifikasi Flora Endemik. Jurnal Pendidikan Sains, 8(1), 50–65.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2018). Panduan Pengembangan Materi Ajar Berbasis Kearifan Lokal.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2019). Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. (Digunakan sebagai dasar hukum dan konservasi).

Rahayu, S., & Sumarmi. (2023). Analisis Potensi Pengembangan Media Game Edukasi Biologi Berbasis Spesies Langka. Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi, 7(3), 220–235.

Setyawan, Y., & Huda, M. (2022). Pengembangan Media AR untuk Visualisasi Struktur Banteng Jawa di Taman Nasional. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains.

UNESCO. (2020). Education for Sustainable Development: A Roadmap. UNESCO Publishing.

Wibisono, I. (2019). Tantangan Guru Biologi dalam Mengintegrasikan Konten Endemik: Studi Kasus Keterbatasan Sumber Daya. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 52(1), 1–12.

Zimmerman, E. (2000). The potential of augmented reality technology for education. Educational Technology Research and Development, 48(4), 133–143.

Published

2025-05-31

Issue

Section

Articles