Analisis Potensi Situs dan Cagar Budaya sebagai Laboratorium Sejarah Terbuka
DOI:
https://doi.org/10.61116/jiih.v3i1.616Keywords:
Potensi, Situs, Cagar Budaya, Laboraturium Sejarah TerbukaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif potensi situs dan cagar budaya sejarah lokal Banyuwangi, khususnya Makam Agung Giri dan peninggalan Kerajaan Blambangan, sebagai sumber belajar dan "laboratorium sejarah terbuka" bagi siswa dan masyarakat. Penggunaan sumber sejarah lokal yang otentik sangat krusial untuk menanamkan kesadaran historis dan identitas daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode historis dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi mendalam di situs, wawancara dengan juru kunci, sejarawan lokal, dan guru sejarah, serta analisis dokumen arkeologi dan historiografi terkait. Hasil penelitian mengidentifikasi potensi edukatif yang sangat tinggi pada situs-situs tersebut, terutama untuk memahami transisi politik Blambangan, akulturasi budaya Osing, dan penyebaran Islam. Namun, kendala utama yang ditemukan adalah minimnya literasi sejarah di kalangan pengelola situs, keterbatasan sarana interpretasi (papan informasi, museum mini), dan kurangnya integrasi kurikulum sekolah dengan narasi sejarah lokal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan modul digital berbasis situs dan pelatihan juru kunci sebagai edukator sejarah untuk memaksimalkan fungsi situs sebagai laboratorium terbuka.
References
Ashworth, G. J., & Graham, B. J. (2005). Urban Heritage: Strategies for the Future. Ashgate Publishing.
Choi, M., & Pirozhkova, M. (2018). Heritage Sites as Educational Contexts: Developing a Framework for Analyzing Learning Potential. Journal of Museum Education, 43(1), 1-13.
De Graaf, H. J., & Pigeaud, Th. G. T. (1984). Kerajaan-Kerajaan Islam Pertama di Jawa: Kajian Sejarah Politik dan Perkembangan Ekonomi. Grafiti Pers.
Drost, A. W. (2016). Heritage Education: The Role of Historical Sites in Learning History. Sense Publishers.
Gultom, H. T., & Siregar, D. M. (2020). Pemanfaatan Situs Sejarah sebagai Sumber Belajar dalam Konteks Source-Based Learning. Jurnal Edukasi Sejarah, 9(1), 15-28.
Hamid, A. R. (2017). Pendidikan Sejarah Berbasis Kearifan Lokal: Revitalisasi Nilai Budaya dalam Pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya.
Haryono, R., & Wiratno, P. (2022). Peran Guru Sejarah dalam Mengembangkan Modul Pembelajaran Outdoor Learning di Situs Cagar Budaya. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 5(3), 415-429.
Huda, A. Z. (2019). Arkeologi Publik dan Pemanfaatan Situs sebagai Media Interpretasi Sejarah Lokal. Jurnal Arkeologi Indonesia, 11(2), 101-118.
James, M. C. (2015). History Education in Museums: Engaging Students with Primary Sources. The History Teacher, 48(4), 659-676.
Laksmi, E. A. (2021). Tantangan dan Strategi Konservasi Situs Bersejarah dalam Menghadapi Pemanfaatan Edukasi Publik. Jurnal Konservasi Cagar Budaya, 15(1), 50-65.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2010). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2010 tentang Pemanfaatan Cagar Budaya untuk Kepentingan Pendidikan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Mustofa, A. (2018). Situs Cagar Budaya sebagai Laboratorium Sejarah: Studi Kasus di Jawa Timur. Jurnal Inovasi Pendidikan Sejarah, 2(1), 45-60.
Piliang, Y. A. (2012). Dunia yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan. Jalasutra.
Supriatna, N. (2019). Source-Based Learning in History Education: A Conceptual Framework. Routledge.
Tim Penyusun. (2016). Pedoman Pelestarian Cagar Budaya. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Tjahjono, I. (2023). Integrasi Narasi Oral Juru Kunci dan Historiografi Akademis dalam Pembelajaran Sejarah Lokal. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sejarah, 150-162.
Wiryomartono, B. (2012). The History and Architecture of Blambangan: A Local Kingdom's Struggle in Colonial Times. Gadjah Mada University Press.
Yulianti, R. (2017). Pengembangan Model Source-Based Field Trip untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Mata Pelajaran Sejarah. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 6(2), 120-135.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Faizul Umam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








