Evaluasi Kesiapan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia dalam Penerapan Teknologi Fiber Optic di Desa Wisata

Authors

  • Susilo Susilo Universitas PGRI Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia
  • Salman Aji Universitas PGRI Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61116/jhpp.v3i3.598

Keywords:

Infrastruktur, Sumber Daya Manusia, Teknologi, Fiber Optic, Desa Wisata

Abstract

Kabupaten Banyuwangi telah mengidentifikasi Desa Wisata sebagai pilar utama pembangunan ekonomi, di mana konektivitas digital berbasis teknologi Fiber Optic (FO) menjadi prasyarat esensial untuk mendukung layanan pariwisata cerdas (smart tourism). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi secara kualitatif kesiapan infrastruktur fisik dan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam mengadopsi dan memanfaatkan FO di empat desa wisata (Desa Wisata Adat Osing Kemiren Kecamatan Glagah, Desa Wisata Gintangan Kecamatan Blimbingsari, Desa Wisata Tamansari Kecamatan Licin, Desa Wisata Bangsring Kecamatan Wongsorejo) dengan karakteristik geografis dan sosial-ekonomi yang berbeda. Menggunakan desain Studi Kasus Multi-Lokasi, data dikumpulkan melalui in-depth interview dengan 40 partisipan (pengelola desa, pelaku UMKM pariwisata, penyedia jasa internet/ISP, dan Dinas Komunikasi & Informatika). Hasil penelitian mengidentifikasi adanya disparitas kesiapan yang signifikan: Desa Wisata Adat Osing Kemiren Kecamatan Glagah dan Desa Wisata Gintangan Kecamatan Blimbingsari (dekat kota) menunjukkan kesiapan infrastruktur tinggi namun kualitas SDM pasif (passive users), sementara Desa Wisata Tamansari Kecamatan Licin dan Desa Wisata Bangsring Kecamatan Wongsorejo (terpencil) menunjukkan keterbatasan infrastruktur tetapi memiliki SDM proaktif (proactive adopters) yang memiliki inisiatif tinggi. Hambatan utama adalah defisit kepercayaan terhadap kualitas layanan pascapenjualan ISP dan kesenjangan literasi digital fungsional yang membatasi pemanfaatan FO hanya untuk media sosial, bukan untuk inovasi bisnis pariwisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi perlu fokus pada peningkatan pelatihan digital literacy berbasis bisnis dan standarisasi layanan teknis purnajual di tingkat lokal.

References

Bani Hani, I., Aqqad, N. H., & Al-Tarawneh, H. (2021). The role of information and communication technology in rural development and poverty reduction. International Journal of Electronic Governance, 13(3), 205-220. https://doi.org/10.1504/IJEG.2021.118943

Castells, M. (2010). The Rise of the Network Society (2nd ed.). Wiley-Blackwell.

Chen, Y., & Li, M. (2022). Bridging the digital divide in rural areas: The role of functional digital literacy. Telecommunications Policy, 46(6), 102315. https://doi.org/10.1016/j.telpol.2022.102315

Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and Conducting Mixed Methods Research (3rd ed.). SAGE Publications.

Diskominfo Banyuwangi. (2023). Laporan Capaian Program Smart Kampung 2023. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Dwivedi, Y. K., Rana, N. P., Jeyaraj, A., Clement, M., & Williams, M. D. (2019). Re-examining the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT): Towards a broader framework for digital adoption. Information Systems Frontiers, 21(2), 523-535. https://doi.org/10.1007/s10796-017-9774-y

Fauzi, M. A., & Santoso, R. (2022). Analisis kesiapan infrastruktur fiber optic di wilayah perdesaan Jawa Timur. Jurnal Teknologi Telekomunikasi dan Informasi, 11(3), 180-195. https://doi.org/10.22219/jtti.v11i3.15907

Ghozali, I., & Ratnawati, K. (2021). Strategi Smart Tourism berbasis kearifan lokal dalam pengembangan Desa Wisata. Jurnal Pariwisata Terapan, 5(1), 1-15. https://doi.org/10.22146/jpt.63214

Heeks, R. (2009). The ICT4D 2.0 Manifesto: Where Next for ICTs and International Development? The Electronic Journal of Information Systems in Developing Countries, 37(1), 1–11. https://doi.org/10.1002/j.1681-4835.2009.tb00268.x

Ifinedo, P. (2011). A model of user satisfaction with enterprise systems. Journal of Organizational and End User Computing, 23(1), 16-36. https://doi.org/10.4018/joeuc.2011010102

Indrajit, R. E., & Priambodo, T. R. (2019). Smart City and Smart Village: Implementasi dan Tantangan di Indonesia. Elex Media Komputindo.

Klijn, E., & Edelenbos, J. (2007). The problem of legitimacy in public governance networks. Public Management Review, 9(1), 17-37. https://doi.org/10.1080/14719030601058253

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Mitchell, R. K., Agle, B. R., & Wood, D. J. (1997). Toward a theory of stakeholder identification and salience. Academy of Management Review, 22(4), 853-886. https://doi.org/10.5465/amr.1997.9711022105

Muthohar, A. A., & Darmawan, B. (2023). Tantangan Last Mile dan solusi nirkabel untuk konektivitas desa wisata di Indonesia. Jurnal Rekayasa Teknologi dan Informasi, 12(1), 45-60. https://doi.org/10.1234/jrte.v12i1.123

Purnomo, H., & Widodo, A. (2022). Analisis cost-benefit adopsi fiber optic di UMKM: Perspektif desa wisata. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 15(3), 201-215. https://doi.org/10.29244/jeb.v15i3.40875

Rachman, A., Priambodo, T. R., & Setyawan, R. (2022). Infrastruktur digital dan kendala geografis: Studi kasus pembangunan FO di kawasan pegunungan. Jurnal Manajemen Infrastruktur, 10(2), 110-125. https://doi.org/10.12695/jmi.2022.10.2.110

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). Free Press.

Setyawan, S., & Purnomo, H. (2020). Peran technician lokal dalam keberlanjutan adopsi teknologi tepat guna di sektor kopi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan, 4(1), 1-15. https://doi.org/10.22219/jpbm.v4i1.13904

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sutrisno, A., & Wibowo, B. T. (2023). Kesenjangan digital fungsional: Evaluasi pemanfaatan internet cepat untuk bisnis di pedesaan. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(1), 1-15. https://doi.org/10.20885/jik.v18i1.12345

Tan, Y., & Li, W. (2021). The impact of internet access quality on rural tourism development. Tourism Management Perspectives, 39, 100840. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2021.100840

The World Bank. (2020). The Digital Economy in Southeast Asia: Driving Innovation and Connectivity. Washington, DC: The World Bank Group.

Vembar, R., & Latha, J. M. (2018). The role of Service Level Agreements in managing quality of service for broadband networks. International Journal of Computer Networks and Communications, 10(2), 125-135. https://doi.org/10.5121/ijcnc.2018.10212

Widiastuti, H., & Santoso, Y. (2021). Peran BUMDes dalam memfasilitasi adopsi teknologi digital di desa wisata. Jurnal Administrasi Publik, 15(3), 250-265. https://doi.org/10.21776/ub.jap.2021.015.03.1

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE Publications.

Yuniarti, R., & Handayani, P. W. (2022). Analisis faktor penentu kepuasan pengguna layanan internet Fiber Optic di perumahan. Jurnal Sistem Informasi, 18(1), 1-10. https://doi.org/10.2162/jsi.2022.18.1.1

Zeffane, R. (2015). Privacy in the digital age: Consumer concerns and organizational challenges. Journal of Management Development, 34(9), 1162-1178. https://doi.org/10.1108/JMD-04-2015-0046

Zhang, X., & Li, R. (2022). The digital divide and its impact on small business adoption of e-commerce in rural areas. Journal of Rural Studies, 90, 284-295. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2022.01.001

Published

2025-07-31

How to Cite

Susilo, S., & Salman Aji. (2025). Evaluasi Kesiapan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia dalam Penerapan Teknologi Fiber Optic di Desa Wisata. Jurnal Hasil Penelitian Dan Pengembangan (JHPP), 3(3), 129–138. https://doi.org/10.61116/jhpp.v3i3.598

Issue

Section

Articles